domino206.net agent judi terpercaya dan aman

Friday, November 24, 2017

Secercah Harapan Keadilan bagi Novel Baswedan

Ketua KPK Agus Rahardjo (kiri) dan Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis (tengah) menampilkan sketsa terduga penyerang Novel Baswedan, Jumat (24/11). Dalam pertemuan tersebut, Idham menyampaikan perkembangan penyelidikan. 




domino206 - Kapolda Metro Jaya, Irjen Idham Azis, bergegas memasuki Gedung KPK di Kuningan Persada, Jakarta Selatan. Kedatangannya, Jumat 24 November 2017, ke Markas Komisi Antirasuah memancing penasaran awak media di sana.

Tapi, Idham irit bicara ketika diberondong pertanyaan wartawan. Jenderal bintang dua itu masih enggan mengungkap maksud ke datangannya.

Nanti saja. Mau bertemu pimpinan (KPK),” jawab Idham singkat, sambil berjalan masuk ke lobi Gedung KPK.

Ia tidak menyambangi KPK sendirian. Bersama Idham, ada Kombes Argo Yuwono, Kabid Humas Polda Metro Jaya. Argo pun bungkam soal agenda kedatangan jajaran Polda Metro Jaya.

-Teka-teki kedatangan Kapolda Metro Jaya sedikit terungkap melalui Juru Bicara KPK Febri Diansyah. Febri menyampaikan kedatangan Kapolda terkait kelanjutan kasus penyerangan air keras terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan. Namun, saat itu, ia enggan mau merinci lebih jauh.

Beberapa jam setelah kedatangannya, Idham Azis muncul di Ruang Konfrensi Pers KPK. Ketua KPK Agus Rahardjo juga tampak.

Pada kesempatan itu, Idham menyampaikan perkembangan terbaru pengungkapan kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. Polda Metro Jaya berhasil membuat sketsa wajah terduga pelaku penyerangan.

Idham meyakini sketsa kali ini punya akurasi tinggi. Ada dua sketsa yang dirilis.

"Kalau dari hasil keterangan saksi ini mengarah sudah 90 persen (akurat). Bahwa dua gambar tadi itu diduga terlibat penyiraman saudara Novel Baswedan," ujar Idham Azis.

Hampir tujuh bulan kasus penyerangan air keras terhadap Novel mandek di Polda Metro Jaya. Polda diketahui sempat mengeluarkan sketsa wajah terduga pelaku namun hingga kini tindak lanjutnya masih nihil.

Pemaparan Idham hari itu memberi harapan baru pengungkapan kasus yang menimpa Novel Baswedan. Penyidik KPK itu hingga kini masih menjalani perawatan di Singapura untuk memulihkan kondisi matanya yang rusak.


HomeNewsRajut
Secercah Harapan Keadilan bagi Novel Baswedan

Fachrur RozieFachrur Rozie
25 Nov 2017, 00:01 WIB
0
10
Ini Sketsa Dua Wajah yang Diduga Pelaku Penyiraman Novel Baswedan
Ketua KPK Agus Rahardjo (kiri) dan Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis (tengah) menampilkan sketsa terduga penyerang Novel Baswedan, Jumat (24/11). Dalam pertemuan tersebut, Idham menyampaikan perkembangan penyelidikan. (Liputan6.com/Fachrur Rozie)
Liputan6.com, Jakarta - Kapolda Metro Jaya, Irjen Idham Azis, bergegas memasuki Gedung KPK di Kuningan Persada, Jakarta Selatan. Kedatangannya, Jumat 24 November 2017, ke Markas Komisi Antirasuah memancing penasaran awak media di sana.

Tapi, Idham irit bicara ketika diberondong pertanyaan wartawan. Jenderal bintang dua itu masih enggan mengungkap maksud ke datangannya.


Ia tidak menyambangi KPK sendirian. Bersama Idham, ada Kombes Argo Yuwono, Kabid Humas Polda Metro Jaya. Argo pun bungkam soal agenda kedatangan jajaran Polda Metro Jaya.


Ketua KPK Agus Rahardjo (kiri) dan Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis (tengah) menampilkan sketsa pelaku yang diduga penyerang Novel Baswedan, Jumat (24/11). (Liputan6.com/Fachrur Rozie)
Teka-teki kedatangan Kapolda Metro Jaya sedikit terungkap melalui Juru Bicara KPK Febri Diansyah. Febri menyampaikan kedatangan Kapolda terkait kelanjutan kasus penyerangan air keras terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan. Namun, saat itu, ia enggan mau merinci lebih jauh.

Beberapa jam setelah kedatangannya, Idham Azis muncul di Ruang Konfrensi Pers KPK. Ketua KPK Agus Rahardjo juga tampak.

Pada kesempatan itu, Idham menyampaikan perkembangan terbaru pengungkapan kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. Polda Metro Jaya berhasil membuat sketsa wajah terduga pelaku penyerangan.

Idham meyakini sketsa kali ini punya akurasi tinggi. Ada dua sketsa yang dirilis.

"Kalau dari hasil keterangan saksi ini mengarah sudah 90 persen (akurat). Bahwa dua gambar tadi itu diduga terlibat penyiraman saudara Novel Baswedan," ujar Idham Azis.

Hampir tujuh bulan kasus penyerangan air keras terhadap Novel mandek di Polda Metro Jaya. Polda diketahui sempat mengeluarkan sketsa wajah terduga pelaku namun hingga kini tindak lanjutnya masih nihil.

Pemaparan Idham hari itu memberi harapan baru pengungkapan kasus yang menimpa Novel Baswedan. Penyidik KPK itu hingga kini masih menjalani perawatan di Singapura untuk memulihkan kondisi matanya yang rusak.


Ciri-Ciri Penyerang

Berdasarkan sketsa yang diterbitkan Polda Metro Jaya, ada ciri spesifik dari dua penyerang. Satu terduga pelaku memiliki ciri-ciri berambut cepak dan wajah kulit agak sawo matang.

Sementara satu lagi memiliki rambut gondrong dan kulit wajah kuning langsat. Menurut Idham Azis, pihaknya sudah memeriksa kurang lebih 66 saksi.

Dari 66 saksi tersebut, polisi fokus kepada dua orang yang memberikan gambaran paling jelas terkait dua terduga pelaku teror.

"Yang pertama itu kita ketahui dari saksi S. Dan kedua, kita dapat info dari SN," ujar Idham Azis.

Ia tak merinci dua inisial tersebut saksi yang mengungkap ciri penyerang Novel Baswedan. Namun, menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah, SN yang disebut oleh Idham Azis bukan Setya Novanto yang merupakan tersangka korupsi e-KTP.

“Bukan (Setya Novanto). Dari informasi yang saya terima itu orang yang berbeda,” kata Febri saat dikonfirmasi terpisah.

Sejauh ini, Polda Metro Jaya masih belum mau membongkar baik nama maupun identitas lengkap terduga penyerang Novel Baswedan.

"Kalau identitas atau nama itu belum, makanya kami buka hotline. Kami tidak mau berpersepsi dan berasumsi. Gambar ini berdasarkan fakta," kata Idham Azis.

Meski begitu, jenderal bintang dua tersebut memastikan penyidik Polda Metro Jaya sudah melakukan pemetaan terhadap dua orang yang diduga sebagai pelaku. Identitas, pekerjaan sampai kepada keluarga pelaku tengah diusut tim penyidik.

"Kita lakukan dua langkah yakni induktif dan deduktif menyangkut motif, diri dia, keluarga dia, latar belakang pekerjaan dia kita sudah mapping," kata Idham.


No comments:

Post a Comment